Melinda Firds Program Management Unit Assistant
World Agroforestry (ICRAF)
Jl. CIFOR, Situ Gede, Sindang Barang,
Bogor Barat - Indonesia 16115
Tel: +62 2511 8625415
Fax: +62 2511 8625416
Email: icrafseapub@cgiar.org
Dinamika Penelitian Gender Di Hutan Rakyat: Pengalaman Penerapan Metode Di Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat
Author
Eva Fauziyah, Tri Sulistyati Widyaningsih, Elok Mulyoutami, Desi Awalina and Betha Lusiana
Year
2015
Parent Title
Prosiding Seminar Nasional Agroforestri ke-5 tanggal 21 Nopember 2014 di Ambon
Publisher
Balai Penelitian Teknologi Agroforestry bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, World Agroforestry Centre (ICRAF), Indonesia Network for Agroforestry Education, dan Masyarakat Agroforestri Indonesia Ciamis.
City of Publication
Ambon, Maluku
Pages
500-505
Call Number
PP0374-16
Keywords
gender, hutan rakyat, metode
Abstract:
Pengelolaan hutan rakyat tidak hanya melibatkan kaum laki-laki, tetapi juga perempuan dan anggota keluarga lainnya, sehingga dalam melakukan penelitian hutan rakyat harus memperhatikan aspek gender. Kajian ini bertujuan untuk menelaah berbagai metode yang digunakan dalam penelitian hutan rakyat berbasis gender. Kajian menggunakan metode “desk study” dan observasi di lapangan. Hasil dari kajian ini memperlihatkan bahwa dalam melakukan penelitian berbasis gender diperlukan beberapa tahapan yaitu pre survei, pengambilan sampel, dan pengumpulan data. Pre survei dilakukan untuk koordinasi, sosialisasi, dan persiapan pengumpulan data. Pengambilan sampel dilakukan untuk memastikan responden yang akan diambil dalam pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD dan wawancara. Kedua metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi satu sama lain, sehingga data yang dikumpulkan menjadi komprehensif. FGD memiliki kelebihan diantaranya a) mendapatkan informasi umum, tapi lengkap, b) hemat waktu, sedangkan kekurangannya yaitu a) fasilitator perlu ketrampilan khusus untuk memandu dan mengelola diskusi secara efektif efisien, b) adanya beberapa kemungkinan gangguan yang muncul ketika proses FGD, c) beragamnya alat bantu yang perlu dipersiapkan dan dikuasai penggunaannya, serta d) adanya beberapa kelompok diskusi yang memerlukan fasilitator, ruang diskusi, serta peralatan yang memadai dalam waktu bersamaan. Wawancara memiliki kelebihan yaitu a) lebih fokus dan terarah, b) mendapatkan informasi yang akurat secara langsung dari responden yang diwawancara, c) diperolehnya data yang lebih spesifik daripada FGD, sedangkan kekurangannya yaitu a) diperlukannya waktu yang relatif lama dan banyaknya tenaga enumerator, yang berimbas pada banyaknya biaya yang diperlukan untuk melakukan wawancara serta b) perlunya strategi agar responden tidak bosan ketika diwawancara dan tetap memberilkan jawaban secara akurat sesuai fakta
Download file(s):Click icon to download/open file.