Melinda Firds Program Management Unit Assistant
World Agroforestry (ICRAF)
Jl. CIFOR, Situ Gede, Sindang Barang,
Bogor Barat - Indonesia 16115
Tel: +62 2511 8625415
Fax: +62 2511 8625416
Email: icrafseapub@cgiar.org
Jelutung Rawa: Teknik Budidaya dan Prospek Ekonominya
Author
Hesti L. Tata, Bastoni, Muhammad Sofiyuddin, Elok Mulyoutami, Aulia Perdana and Janudianto
Year
2015
Publisher
World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program
City of Publication
Bogor, Indonesia
Number of Pages
62
Call Number
MN0062-15
ISBN
978-979-3198-78-1
Abstract:
Jelutung (Dyera polyphylla) merupakan salah satu jenis andalan
untuk merehabilitasi ekosistem hutan rawa gambut yang
terdegradasi, karena adaptif di lahan gambut dan memiliki nilai
ekonomi, baik dari getah dan kayu. Budidaya jelutung memiliki
prospek ekonomi yang cukup tinggi untuk dikembangkan. Jelutung
dapat ditanam dengan pola agroforestri, bercampur dengan komoditas
komersial lain, seperti kelapa sawit, pinang, kopi dan tanaman buahbuahan,
serta jenis tanaman kehutanan seperti ramin, balangeran,
nyatoh, dll. Dengan laju pertumbuhan diameter batang jelutung
rata-rata 1,7 cm/tahun, jelutung dapat disadap pada umur 10 tahun,
dan pada akhir daur yaitu tahun ke-30, kayu jelutung dapat dipanen.
Tanaman sela seperti jahe, lengkuas dan nanas dapat memberikan
penghasilan tambahan, selain produk buah/benih yang dapat dijual
sebagai sumber bibit. Kayu jelutung dapat digunakan untuk industri
papan, kayu lapis dan bubur kayu; getahnya untuk industri kabel, alatalat
kesehatan, permen karet; sedangkan resin yang diekstrak dari getah
jelutung digunakan dalam industri pernis, kosmetik dan bio-farmasi.
Dengan memperhatikan sektor industri yang cukup luas dan didukung
potensi getah jelutung dari areal rehabilitasi dan lahan milik, industri
jelutung dapat berkembang di Indonesia.
Download file(s):Click icon to download/open file.