Melinda Firds Program Management Unit Assistant
World Agroforestry (ICRAF)
Jl. CIFOR, Situ Gede, Sindang Barang,
Bogor Barat - Indonesia 16115
Tel: +62 2511 8625415
Fax: +62 2511 8625416
Email: icrafseapub@cgiar.org
Perantau Dan Pengelola Kebun Sebuah Kajian Migrasi Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
Author
Elok Mulyoutami, Eva Fauziyah, Tri Sulistyati Widyaningsih, Desi Awalina and Betha Lusiana
Year
2014
Parent Title
Presented at Seminar Nasional Agroforestri 5, Ambon, November 2014
Publisher
World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program
City of Publication
Bogor, Indonesia
Pages
1-10
Call Number
PP0358-15
Abstract:
Merantau merupakan strategi yang dilakukan oleh masyarakat dimanapun
untuk meningkatkan penghidupan mereka yang kerap terjadi bilamana sumber
pendapatan mereka kian terbatas. Sebagai masyarakat agraris, pada umumnya,
komunitas perantau ini masih memiliki lahan kebun kayu yang mereka olah
sebagai sumber penghidupan mereka. Fenomena ini kemudian menimbulkan
pertanyaan mengenai siapa yang harus mengelola lahan kebun saat terjadi
migrasi. Kajian ini berupaya mengeksplorasi bagaimana kehidupan para perantau
dan pengelola kebun pada komunitas di Kabupaten Ciamis. Keduanya (perantau
dan pengelola kebun) memiliki karakteristik yang berbeda, dengan implikasi pada
pembagian peran dalam rumah tangga yang juga berbeda. Dampak terhadap
pembangunan desanya pun berbeda. Pilihan merantau dengan aktivitas non
pertanian menjadi pilihan utama bagi kelompok masyarakat yang sedang mulai
membangun rumah tangga untuk dapat memiliki modal dalam memperoleh lahan
yang lebih luas. Setelah modal terkumpul, mereka dapat lebih lanjut memutuskan
apakah akan membeli lahan pertanian/perkebunan baru atau membuka usaha di
sektor non pertanian. Komunitas perantau yang lebih banyak aktif pada kegiatan
non pertanian, lebih banyak melimpahkan pengelolaan kebun mereka kepada
kelompok yang lebih rendah status sosial ekonominya dan atau yang lebih
memilih untuk menetap di desa. Pada komunitas perantau yang berbasis lahan,
pengelolaan kebun tetap bertumpu pada tenaga rumah tangga dengan pembagian
kerja dan pengaturan waktu yang egaliter.
Download file(s):Click icon to download/open file.