Melinda Firds Program Management Unit Assistant
World Agroforestry (ICRAF)
Jl. CIFOR, Situ Gede, Sindang Barang,
Bogor Barat - Indonesia 16115
Tel: +62 2511 8625415
Fax: +62 2511 8625416
Email: icrafseapub@cgiar.org
Pandam Nugroho Prasetyo, Hesti L. Tata, Sephy Noerfahmy, Rachman Pasha, Chandra Irawadi Wijaya, Asep Ayat, Feri Johana, Sonya Dewi, Degi Harja, Putra Agung and Subekti Rahayu
Year
2012
Publisher
World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office
Place
Bogor, Indonesia
Volume
5
Issue Number
2
Pages
1-16
Call Number
NL0052-12
Abstract:
Yakin sekali kalau kita semua sangat menikmati kehadiran burungYburung
yang hidup di sekitar rumah, baik kicauannya, warna-warni bulunya yang begitu mempesona. Tapi bagaimana jadinya kalau
justru kelelawar yang menyambangi kebun kita? Belum tentu kita dapat
menikmati kehadirannya apabila mereka hidup di lingkungan rumah kita.
Tidak hanya warnanya yang kurang menarik, tampangnya pun sangat
mengerikan. Tidak banyak orang yang dapat mengambil manfaat dari
hewan mamalia ini, kecuali untuk dijadikan obat. Pertama kali kiprah
agroforestri menampilkan kisah kehidupan kelelawar, karena ternyata
mereka ikut berperan terhadap ekosistem.
Paninggahan nagari yang rancak, di tepi danau bernama Singkarak, airnya
jernih selalu beriak, lubuknya ikan beranak pinak, sepenggal kalimat
cantik yang dikarang oleh Hera Hastuti HM ini, membawa kita menuju
kisah sejarah panjang Nagari Paninggahan yang tidak hanya terkenal akan
Danau Singkarak dan ikan bilihnya , namun perkebunan kopi ulu
Paninggahan juga tak kalah menarik untuk dirunut sejarah panjangnya.
Beralih menuju Sumatera bagian tengah, yaitu Tanjung Jabung Barat,
Jambi. Sebuah artikel yang sangat informatif mengenai kawasan hutan
rawa gambut dan potensinya sebagaipenghasil hasil hutan bukan kayu
(HHBK). Beberapa jenis pohon penghasil HHBK diantaranya jelutung
rawa, gaharu, gemor, sundi dan asam kandis, sangat potensial untuk
dikembangkan.
Siapa kira ternyata kata luwes bukan hanya berarti fleksible, tapi ICRAF
mengemas kata LUWES menjadi tahapan-tahapan dalam perencanaan
pembangunan rendah emisi atau yang dikenal dengan Land Use Planning
for Low Emission Development Strategy. Lalu bagaimana kerangka kerja
pembangunan rendah emisi dan apa yang dimaksud dengan pembangunan
rendah emisi, lengkap kami sajikan informasinya.
"Pertumbuhan ekonomi: merubah cara hidup, untuk mendukung
lingkungan lebih baik " itulah tema yang diusung oleh Kementrian
Lingkungan Hidup dalam acara Pekan Lingkungan Indonesia yang ke 16.
Seiring dengan memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, ICRAF pada
tahun ini turut serta dalam acara pameran yang diikuti oleh lebih dari 100
peserta dan dibuka oleh Wakil Presiden ini mendapatkan antusiasme yang
sangat baik dari para pengunjung yang datang ke stand kami. Semoga
kegiatan ini selalu dapat memberikan dampak positif untuk kita semua.
Download file(s):Click icon to download/open file.
File Size
Description
756 KB
Softcopy
GRP 1: Domestication, utilization andconservation ofsuperior agroforestry germplasm GRP 2: Maximizing on-farm productivity of trees and agroforestry systems GRP 3: Improving tree product marketing for smallholders GRP 4: Reducing risks to land health and targeting agroforestry interventions to enhance land productivity and food availability GRP 5: Improving the ability of farmers, ecosystems & governments to cope with climate change GRP 6: Developing policies and incentives for multifunctional landscapes with trees that provide environmental services