Jayapura (12/02)-Program pemantauan partisipatif oleh masyarakat sipil dalam proses perencanaan Tata Guna Lahan untuk Pembangunan Rendah Emisi atau “Participatory monitoring by civil society of land-use planning for low-emissions development strategies (ParCiMon) yang diinisiasi World Agroforestry Centre (ICRAF) bersama para mitra sejak satu tahun lalu, kini memasuki bagian penting. Pada hari ini, Rabu (12/02), ICRAF dan Pemerintah kabupaten Jayapura menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang “Pembentukan Kelompok Kerja dan Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah Jayapura Dalam Perencanaan, Pelaksanaan Dan Pemantauan Pembangunan Rendah Emisi Di Kabupaten Jayapura.”
Komitmen ICRAF-Pemkab Jayapura tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan “Training of Trainers (ToT)” yang diselenggarakan oleh tim ParCiMon pada bulan Juni dan September 2013 lalu. Pada kegiatan itu, sejumlah unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta para pemangku kepentingan kunci kabupaten Jayapura, termasuk di dalamnya perwakilan dari masyarakat adat, mendapatkan pelatihan tentang perencanaan pembangunan serta pengembangan sistem monitoring dan evaluasi untuk perencanaan pembangunan rendah emisi.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan momentum penting untuk mempererat kerjasama antara Pemerintah Kabupatan jayapura dan ICRAF dalam mendorong pembangunan rendah emisi di Jayapura serta mendukung program mitigasi perubahan iklim,” ungkap Sekretaris Daerah kabupaten Jayapura, Yery Ferdinand Dien, sesaat sebelum penandatangan MoU.
Program ParCiMon bertujuan untuk mendukung pembangunan rendah emisi di Papua melalui penguatan kapasitas para pihak di tingkat kabupaten dan di tingkat provinsi dalam hal perencanaan penggunaan lahan yang berkelanjutan serta pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi yang baik. Di provinsi Papua, Program ParCiMon dilakukan di tiga kabupaten yakni Jayapura, Merauke, dan Jayawijaya.
“Komitmen ICRAF bersama para mitra ParCiMon dalam mendorong pembangunan rendah emisi di Papua diwujudkan melalui pembuatan dan penyediaan alat teknis untuk perencanaan dan pemantauan serta evaluasi pembangunan rendah emisi dari sektor lahan, peningkatan kapasitas, dan pendampingan para pihak maupun fasilitasi interaksi vertikal,” ungkap Koordinator ICRAF di Indonesia, DR. Sonya Dewi.
Bersamaan dengan dimulainya inisiatif pro lingkungan ICRAF-Pemkab Jayapura ini, pelatihan Pokja Inisiatif Pembangungan Rendah Emisi Jayapura tahap kedua dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin (10/02) hingga Kamis (14/02) di gedung Bappeda Kabupaten Jayapura. Tidak hanya mendapat pembekalan teknis di kelas, para anggota Pokja juga melakukan praktik lapangan untuk mengidentifikasi keanekaragaman hayati seperti menghitung stok karbon pohon dan memantau kualitas air. Kampung Wambena yang berbatasan langsung dengan cagar alam Cyclop dipilih menjadi lokasi percontohan program ParCiMon di Jayapura.
Dalam melaksanakan rangkaian kegiatan ParCiMon, ICRAF berkolaborasi dengan sejumlah mitra yakni Task Force for Low Carbon Development di Papua (PLCD-TF), Yayasan Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Papua (YKPM Papua), Yayasan Lingkungan Hidup (YALI) Papua, serta Universitas Brawijaya. Sementara dari aspek pendanaannya, ParCiMon didukung oleh European Union (EU) dan Consultative Group of International Agricultural Research (CGIAR).
Delegasi Uni Eropa, yang diwakili oleh Head of Cooperation, Franck Viault,yang juga hadir menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, mengemukakan bahwa ParCiMon merupakan bagian penting dalam komponen pemberdayaan masyarakat sipil yang tertuang dalam program kerja uni Eropa dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di Indonesia.
“Manfaat dari program ini tidak hanya untuk memitigasi dampak buruk dari perubahan iklim maupun aktivitas-aktivitas pertanian, tetapi lebih dari itu, melalui upaya ini, Papua akan mampu memberikan kontribusi yang penting dalam mensukseskan Indonesia mencapai target penurunan emisi nasionalnya,” imbuhnya.
Kontak Media:
Masayu Yulien Vinanda, LUWES Communication Officer
Email: M.Vinanda@cgiar.org
Catatan untuk editor
Tentang ParCiMon
ParCiMon adalah program Pemantauan Partisipatif oleh Masyarakat Sipil pada Proses Perencanaan Tata Guna Lahan untuk mendorong pembangunan rendah emisi. Proyek ParCiMon di Papua dilaksanakan selama 4 tahun (Januari 2013 - Desember 2016) dilaksanakan oleh konsorsium mitra antara World Agroforestry Centre (ICRAF) dengan Satuan Tugas untuk Pembangunan Rendah Emisi di Papua (PLCD-TF), Yayasan Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Papua (YKPM), Yayasan Lingkungan Hidup Irian Jaya (Yali Papua) dan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Kegiatan ini mendapat dukungan dana dari Uni Eropa (European Union). Di Provinsi Papua, ParCiMon dilakukan di tiga kabupaten yakni Jayapura, Jayawijaya, dan Merauka.
Tentang ICRAF
ICRAF adalah singkatan dari International Centre for Research in Agroforestry, atau yang dikenal juga dengan World Agroforestry Centre merupakan lembaga penelitian internasional yang bergerak di bidang agroforestry atau wanatani. Misi ICRAF adalah mendorong tercapainya pengelolaan bentang lahan berkelanjutan untuk penghidupan dan lingkungan, dengan mengetengahkan peranan pepohonan dalam menyangga kedua aspek tersebut, yang bertumpu pada ilmu pengetahuan yang telah dikumpulkan oleh tim peneliti ICRAF dari hasil penelitian selama puluhan tahun. Lokasi kerja ICRAF tersebar di berbagai Negara tropis di Afrika, Asia, dan Amerika Latin dengan kantor pusat di Nairobi, Kenya. Sedangkan kantor regional untuk wilayah Asia Tenggara berada di Bogor, Indonesia.
Info lebih lanjut: www.worldagroforestrycentre.org
