Siaran Pers Untuk dirilis: 8 September 2014
Palembang 8/9/2014
Sebagai salah satu negara yang berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan rendah emisi melalui pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 26% secara mandiri dan hingga 41% dengan dukungan multilateral pada tahun 2020, berbagai upaya dan langkah nyata kini telah dilakukan Indonesia dalam mewujudkan hal tersebut.
Salah satunya melalui program aksi mitigasi lokal di sektor berbasis lahan (Locally Appropriate Mitigation Actions in Indonesia/LAMA-1), dimana Proyek LAMA-I saat ini sedang bekerja di dua Provinsi yaitu di Sumatera Selatan dan Papua untuk mendukung upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah tersebut.
Tiga kabupaten terpilih di Sumatera Selatan yang akan menjadi daerah uji coba LAMA-I adalah Musi Rawas, Musi Banyuasin dan Banyuasin. Ketiga kabupaten ini dipilih dengan pertimbangan ketiga lokasi ini tepat untuk memulai menginisiasi penyusunan program aksi mitigasi lokal di sektor berbasis lahan di Sumatera Selatan. Musi Rawas dengan 50% dari total luas wilayah adalah kawasan hutan yang terdiri dari cagar alam, hutan lindung, dan hutan produksi.
Karakteristik daerah Musi Banyuasin yang terletak dibagian timur dari Sungai Lilin Kabupaten, terdiri dari rawa yang dipengaruhi oleh air pasang. Sementara Banyuasin merupakan daerah yang sektor utamanya adalah pertanian, dimana pertanian tersebut menjadi penyumbang paling penting bagi pertumbuhan ekonomi di Banyuasin.
LAMA-1 merupakan program yang didukung oleh Danish International Development Agency (DANIDA), diinisiasi oleh ICRAF bekerjasama dengan Deutsche Gesellschaft fur internationale Zusammenarbeit (GIZ), Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and Pacific, Bogor Agriculture University (CCROM - IPB) guna mendukung komitmen pemerintah Indonesia dalam mewujudkan penurunan emisi nasional dan emisi dunia.
Program LAMA-1 yang diluncurkan pada bulan Juli 2013 tahun lalu menitik beratkan pada pembangunan kapasitas pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan rendah emisi di sektor berbasis lahan. Bupati Kabupaten Musi Rawas dalam Lokakarya Sosialisasi Program LAMA-I di Musi Rawas bulan Maret 2013, yang pada sambutannya dibacakan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Musi Rawas, Saiful Anwar Ibna mengatakan, “pihaknya menyambut baik hadirnya program LAMA-I di Kabupaten Musi Rawas”. Menurutnya, “untuk mendukung upaya penurunan emisi sejak 2011 Musi Rawas telah membentuk tim koordinasi pelaksanaan program REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation).
Selain itu, Dinas Kehutanan setempat juga telah bekerjasama dengan CER (Carbon and Environmental Research) Indonesia untuk melakukan penelitian terkait potensi karbon. Bahkan, dalam kesempatan tersebut, Saiful menuturkan bahwa “sebagai tindak lanjut dari lokakarya sosialisasi LAMA-I di Musi Rawas pihaknya akan menggelar serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas, salah satunya melalui pelatihan pengoperasian perangkat Land-use planning for low-emission development strategies (LUWES)”.
Serangkaian kegiatan telah dilaksanakan di Provinsi Sumatera Selatan baik berupa sosialisasi Program LAMA-I maupun kegiatan peningkatan kapasitas Kelompok Kerja (Pokja). Lokalatih lanjutan perangkat LUWES diadakan di hotel Rio City Palembang pada tanggal 8-12 September 2014. Lokalatih ini merupakan kegiatan lanjutan dari Lokalatih LUWES yang pertama di adakan pada bulan Juni 2014 di Palembang dan Musi Banyuasin.
Lokalatih lanjutan LUWES ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai metode dan teknik penghitungan emisi dari perubahan penggunaan lahan pada skala bentang lahan, penyusunan tingkat emisi acuan (reference emission level), dan penyusunan strategi pembangunan rendah emisi untuk dapat diintegrasikan kedalam rencana pembangunan daerah.
Feri Johana, Development Planning Specialist ICRAF menyatakan bahwa “Saat ini upaya penyusunan strategi pembangunan rendah emisi masih lebih banyak dilakukan ditingkat provinsi, diperlukan upaya terobosan baru untuk melibatkan kabupaten/kota terkait penyusunan strategi pembangunan rendah emisi, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas pemangku kepentingan dari tingkat kabupaten/kota khususnya yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini penting karena pada tahapan implementasi, kabupaten/kota akan memiliki peran yang cukup dominan dan menjadi kunci keberhasilan dari setiap strategi penurunan emisi yang telah dibuat".
Peserta Lokalatih lanjutan LUWES ini selain berasal dari Pokja tiga kabupaten yaitu Musi Rawas, Musi Banyuasin dan Banyuasin turut dihadiri juga oleh Peserta dari Bappeda Provinsi Sumatera Selatan. Pada kesempatan yang sama, Project Advisory Committee (PAC) yang terdiri dari perwakilan Kedutaan Denmark (RDA/Danida), Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan Hutan, Kementerian Kehutanan dan mitra pelaksana proyek (CCROM dan GIZ) LAMA-I akan turut hadir dalam Lokalatih lanjutan LUWES ini.
Agenda kunjungan anggota PAC ke Sumatera Selatan adalah selain sebagai bagian kegiatan monitoring program LAMA-I di Sumatera Selatan, sekaligus melakukan pertemuan dan dialog dengan pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten dalam rangka berbagi informasi terkait dengan kegiatan LAMA-I di Sumatera Selatan.
Diharapkan dari lokalatih lanjutan LUWES ini, Pokja ketiga kabupaten Musi Rawas, Musi Banyuasin dan Banyuasin ini dapat menyusun Reference Emission Level (REL), dan Pokja juga diharapkan memiliki kapasitas dalam menyusun rencana aksi mitigasi yang akan dijadikan bahan Konsultasi Publik dalam dokumen pembangunan rendah emisi. Sebagai tindak lanjut kegiatan LAMA-I di Sumatera Selatan, Program LAMA-I memiliki komitmen untuk melanjutkan memberikan pendampingan teknis kepada Pokja di tiga kabupaten dalam penyusunan REL dan dokumen pembangunan Rendah Emisi tersebut.
Kontak media:
Yessi Dewi Agustina, LUWES Communication Officer
Email: Y.Agustina@cgiar.org hp: 081287884472
Untuk Editor:
Tentang LAMA-I
Program Locally Appropriate Mitigation Actions in Indonesia (LAMA-I) dilaksanakan oleh World Agroforestry Centre (ICRAF) bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan the Centre for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and the Pacific (CCROM) dengan dukungan dari the Danish International Development Agency (DANIDA). Lokasi program LAMA-I berlangsung di dua provinsi yaitu Sumatera Selatan dan Papua. Di Sumatera Selatan dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Musi Rawas, Musi Banyua in, dan Banyuasin dan tiga kabupaten di Papua yaitu Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Informasi lebih lanjut: www.worldagroforestry.org/LAMA-I
Tentang PAC
Project Advisory Committee (PAC) dibentuk sebagai bagian dari proses monitoring dan evaluasi. PAC beranggotakan perwakilan Kedutaan Denmark (RDA/Danida), Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan Hutan, Kementerian Kehutanan dan mitra pelaksana proyek (CCROM dan GIZ).
